Kau Terlalu Hina

 

Kau Terlalu Hina

Tak ada guna

Yang ku berikan serasa sia-sia

Dunia seakan tak menghargai atas apa yang kuberi

 

Orang-orang tak seperti biasanya

Mereka pergi tanpa sepengetahuanku

Mereka pergi tanpa berpamitan

Siapa yang dahulu berusaha menyembuhkanmu?

Tak kau urus lagi

Sekarang ia layaknya dinding yang penuh debu dan tak terawat

Begitu hinanya dirimu itu, bajingan

 

Kemana hilangnya rasa kasihmu dahulu?

Kemana hilangnya ucapanmu dahulu?

Aku turut berduka cita atas kematian hatimu

Kematian ucapan-ucapan yang indah bagiku dahulu

Namun sekarang hanyalah bualan sang pengkhianat semesta

 

Kau kejam,

Kau hina

Sudah berapa banyak orang yang kau perlakukan seperti ini?

Jangan-jangan bukan aku saja

 

Berapa banyak orang yang lukanya terbuka kembali atas perlakuanmu yang penuh kekejian itu, wahai pengecut

Jawab, bajingan

Kau terlalu keji

Kau terlalu hina

Kau tak layak hidup

Kau layak mati dihadapanku

 

Akan kuselamatkan mereka-mereka yang kau perlakukan dengan perilaku kejimu itu

Selamat bermain diatas genangan darah pekat

Selamat merayakan kemenanganmu

 

Yang belum sembuh tak ‘kan dapat menyembuhkan yang lain

Yang belum berdamai tak ‘kan dapat mendamaikan orang lain

 

Bualan kekecewaan,

30 Oktober 2022

Komentar

Postingan Populer