Persembahan Bulan September

 



PERSEMBAHAN

BULAN SEPTEMBER



KATA PENGANTAR

Pertama-tama, ingin kusampaikan terima kasih kepada yang menciptakan takdirku, takdirmu, dan takdir alam semesta. Terima kasih kepada tokoh-tokoh yang memeriahkan Septemberku tahun lalu, maupun Septemberku tahun ini. Khususnya terima kasih kepada diriku sendiri yang telah berjuang selama berbulan-bulan untuk berdamai dengan masa lalu yang selalu menghantui pikiran, Secret of the Sun sang seniman muda asal Indonesia dengan berbagai pemikiran kritis dikepalanya, seorang tokoh [yang aku sembunyikan namanya] yang datang kembali menyajikan berbagai kerinduan, Nadin Amizah sosok yang selalu memeriahkan berbagai bulan dengan syair-syair lagu miliknya, Bali sebagai tempat perjumpaanku dengan langit dan laut, Langit sebagai pendengar sekaligus sang penitip surat kepadaNya, Laut yang pertama kalinya mendengar ceritaku, Bulan sebagai teman yang membantuku bercerita kepada langit, serta mereka-mereka yang ikut serta dalam memeriahkan Septemberku tahun ini.






BAB I

DAFTAR LAGU BULAN SEPTEMBER

1.    Menangis di jalan pulang – Nadin Amizah

2.    Sorai – Nadin Amizah

3.    Sorak Sorai – Nadin Amizah

4.    Hormat kepada angin – Nadin Amizah

5.    Beranjak Dewasa – Nadin Amizah

6.    Seperti Tulang – Nadin Amizah

7.    Dan, selesai – Nadin Amizah

8.    Rumpang – Nadin Amizah

9.    Bertaut – Nadin Amizah

10. Alexandra – Reality Club






BAB II

YANG KUABADIKAN

Kamis, 1 September 2022 ;

September dibuka dengan adanya workshop seniman muda asal Indonesia dengan nama panggung Secret of the Sun. Seniman muda ini belum terlalu dikenal banyak orang, tetapi dengan cara ia menumpahkan memori dan rasa dalam sebuah karya hingga cara ia berbicara mengenai kehidupan cukup membuatku terinspirasi atas apa yang dibicarakannya.

Aku belajar bahwa “sampaikan apa yang ingin kamu sampaikan melalui sebuah karya. Bahwa manusia adalah sebuah memori yang di mana memori tersebut tak akan sepenuhnya hilang meski dengan cara apapun untuk menghapusnya selama manusia itu belum tiada. Maka dari itu, tuangkan memori tersebut dalam sebuah karya, sehingga dapat diingat kapanpun. Sampaikan apa yang ingin kamu sampaikan kepada seseorang melalui sebuah karya dan penikmat dari karyamu adalah seorang yang sedang mengalami hal yang sama denganmu”.

Disana kami diminta untuk melukis apa yang sedang kami rasakan. Sebuah kertas tebal kulukis dengan gambaran dua makhluk milik Tuhan sedang bertemu kembali memberikan sebuah bunga yang merupakan tanda ia telah kembali, meluangkan waktu untuk bercerita, dan kembali ke jalan masing-masing. Langit dan laut merupakan gambaran hubungan yang mereka jalankan dulunya, hingga dijadikan tempat untuk mengenang kembali kenangan di masa lampau.

Aku membutuhkan beberapa waktu untuk menggambarkan rinduku pada tokoh [yang aku sembunyikan namanya] tersebut. Perasaan rindu yang aku emban kutuangkan dalam secarik kertas dengan penuh rasa dan emosi. Hati ini berkata “kapan ya bisa ketemu lagi setidaknya cerita sedikit”.


Jumat, 2 September 2022 ;

Keesokannya, sebuah angan yang kuinginkan itu terwujud. Kami kembali dengan keadaan yang sama sama babak belur. Secarik kertas tersebut seakan terealisasikan. Langit dan laut seakan kembali saling membantu dan menurunkan hujan sederas-derasnya setelah sekian lama mendung telah berbohong.


Kamis, 8 September 2022 ;

Hari dan tanggal ini tak akan kutinggalkan. Pertama kalinya, yang dulunya kudamba-dambakan ingin mendengar sambil benyanyi dengan penulis syair Sorai, akhirnya terwujud. Sebuah konser persembahan Nadin Amizah merupakan konser pertama yang kulihat melalui panca indraku.

Pada bagian Rumpang dikepalaku hanya terngiang-ngiang “kapan mimpiku akan terwujud?” sebuah pertanyaan yang tak kunjung terjawab. Pada bagian Seperti Tulang kepalaku hanya berisi masa lalu masa lalu buruk yang masih melekat dikepalaku hingga saat ini aku masih mencoba untuk berdamai dan mulai menertawakan masa-masa itu. Pada bagian Beranjak Dewasa aku berteriak sekeras-kerasanya tanda kami sedang menjalankan masa-masa menuju dewasa dengan hal-hal yang baik dan buruk akan selalu berdampingan. Pada bagian Hormat Kepada Angin kepalaku hanya berisi jawaban dari lirik “biar laguku memanggilmu pulang” dengan jawaban “angin, ini orangnya udah pulang” dan masa- masa di bulan Februari yang merupakan masa-masa pertama kalinya aku mendengar Hormat Kepada Angin dengan kondisi tanganku yang masih berdarah-darah. Dan pada bagian Sorak Sorai aku melirih dalam hati “Nadin, ini orangnya udah balik, sihir lagumu berjalan dengan lancar juga”. Dan lirik “mungkin akhirnya tak jadi satu, namun bersorai pernah bertemu” yang selalu kujadikan sarana pengikhlas seseorang yang Tuhan takdirkan untuk bertemu denganku akhirnya kunyanyikan bersama penyairnya.


Kamis, 15 September 2022 ;

Kamis ketigaku di bulan September kali ini merupakan hari keberangkatanku menuju pulau yang selalu dijadikan tempat untuk mempelajari berbagai budaya. Berjumpa dengan langit dan laut merupakan hal yang selalu kuidam-idamkan sejak dahulu akhirnya diwujudkan oleh Bali. Suatu destinasi kusuguhkan dengan berbagai cerita. Suara deburan air laut itu seakan menjadi pembasuh hati yang dulunya pernah terluka.

Bukan hanya langit, aku ingin laut mendengar sebuah cerita yang dulunya membuat aku terpuruk, untuk pertama kalinya. Bukan hanya langit, aku ingin laut menjadi sarana penyampaian ceritaku kepada Tuhan. Walau aku tau, memang akan terlihat aneh dimata orang yang kerjanya cerita mulu sama orang. Aku tahu Tuhan akan selalu mengertiapa yang aku rasakan, apa saja cerita dalam hidupku, hingga takdir-takdirku yang tak bisa diubah oleh siapapun merupakan segala sesuatu yang dimiliki olehNya. Beberapa momen disana juga sempat kuabadikan dikepalaku yang di mana hingga saat ini masih kukenang dan akan selalu kukenang.


Jumat, 30 September 2022 ;

Ditutup dengan candaan langit dan laut.






BAB III

KEPADA PEMBACA

Dengan adanya tulisan ini, kuharapkan pada pembaca agar selalu menghargai atau mengabadikan setiap momen dalam setiap takdir Tuhan. Akan menjadi sebuah kesia-siaan jika setiap momen dalam setiap takdir Tuhan tak terabadikan dengan cantik oleh sang penjalan takdir Tuhan. Semoga bulan Oktober kalian lebih baik dari bulan September. Aku tunggu karya-karya manis dari kalian :D.

Terima kasih sudah membaca!

Komentar

Postingan Populer