Sudut Pandang
SUDUT PANDANG
BAB XIII 13.12, BAB XIV 14.1 dan 14.2
Aku
selalu diam atas yang kurasakan. Aku diam atas kesakitan yang tersayat dalam
hati. Seakan-akan ku membunuh diri sendiri atas perkataan mereka. Perkataan
yang seharusnya tak ditelan matang-matang, kutelan dengan nikmat tanpa berpikir
apapun. Seakan-akan menyayat hatiku sendiri berkali-kali. Aku mengiris hati dan
tenggelam di lautan dalam atas kesakitan yang kutimbulkan sendiri. Aku
berbohong. Aku meminta mereka mengerti atas apa yang kurasakan. Mereka tak
berguna, aku sendiri.
Komentar
Posting Komentar