Temanku, Sepi
Temanku, Sepi
Temani aku, sepi. Nikmati rasa sakit yang tak kunjung selesai. Berharap hal-hal baik akan datang dalam waktu dekat. Berharap hal-hal buruk akan pergi menghilang dari perasaan yang tersakiti. Teduhkan dengan tenangnya sifatmu. Bisukan mulut mereka. Mulut yang tak dapat terkendali. Butakan pandangan buruk mereka mengenai diri sendiri. Bercengkrama dengan hati. Meluangkan waktu sejenak untuk memperbaiki hati yang mulai memburuk keadaannya. Perlahan bangkit sendiri tanpa bantuan manusia lain. Manusia-manusia yang tak 'kan peduli dengan manusia lain. Berdiri sendiri bagai bunga tanpa disemai. Bersorak dengan langit yang tak pernah mengeluh. Langit yang selalu tenang dan tak kan pernah sama bentuknya. Belai diri sendiri dengan penuh kasih. Kasihani diri sendiri atas segala yang menyakiti. Menutup luka-luka yang selalu bersinggah di hati. Bangkit, rayakan. Rayakan kesedihan-kesedihan itu. Rayakan segala takdir Tuhan yang tercipta. Rayakan takdir Tuhan yang terbaik dan selalu sempurna. Berpasrah diri kepada-Nya. Si Maha Sempurna yang selalu mendengar keluhan ciptaan-Nya. Yang jarang dipedulikan oleh manusia jaman sekarang. Manusia yang selalu mengemis belaian manusia lain.
Peluk aku, sepi. Perbaiki hati atas izin-Nya. Bercerita tanpa pamrih menyerta.
Nayfaa; 11 November 2022
Komentar
Posting Komentar