Rumpang yang Rampung

 Rumpang berakhir dengan tenang,

Menerima sosok pengisi hati yang jauh di angan-angan.

Menutup mata, 

Berbincang mengenai sang Maha.


"Maaf, maaf, maaf", diucap mendera air mata berjatuhan.

Matahati berputar sana sini mencari ingatan,

Ingat siapa yang telah dicantumkan.


Lahir berlinang air mata,

Setetes malu telah terperangkap.

Hati ditusuk berangsur-angsur kerinduan,

Lelaku tangan membubuh ingatan.


Kosongnya ruang hampa,

Cahaya datang mengurai kesedihan.


Kasih, sayang, rindu mencari wadahnya,

Kini telah datang waktunya.

Langit memanggil kasihnya,

Hujan menyampaikan sayangnya,

Payung menyapu bersih rindunya,

Disimpan tanpa terhapus satu hebatnya.


Kini Februari memerintah langit dengan baik,

Tanpa matahari yang mengusik.


Nayfa Matsna 

"Rumpang yang Rampung"

27 Februari 2023

Komentar

Postingan Populer