Laut
Izinkan aku menuliskan puisi untukmu, Tuan.
Kasihku yang berada di ambang lautan luas,
Yang entah pada koordinat berapa dan sedang apa. Ini aku, yang berada di bibir pantai,
Melihat senja yang sempat dibuat tempat kita berteduh.
Dikala gonjang-ganjing badai menerka,
Semilir angin membasuh wajahmu yang berparas tampan dan berlengan kokoh.
Memandang bulan yang baru saja terbit,
Hingga tawamu sungguh candu dan mempesona.
Tuan, sedang apa kau di tengah sana?
Kali ini kita sangat jauh dan berjarak.
Lautan yang luas ini,
Harus kau selami dalam-dalam dari ujung hingga ke ujung.
Aku akan terus menunggumu di bibir pantai yang syahdu setelah menikmati air kelapa suguhan Ibu.
Ku harap kau kembali dengan membawa ikan laut kesukaanmu,
Yang akan kita bakar dan makan bersama. Bersama bulan yang terpampang jauh di atas sana,
Dan hati kita yang saling menyatu dan mengikat.
Kembali pada pelukanku, Tuan.
25 April 2023
Komentar
Posting Komentar