Rumah Ini Jangan Sampai Sepi!
Pernah kau bayangkan rumahmu sepi bagai pasar yang sudah tak menyediakan barang dagangan?
Di hari minggu, kau tak lagi melihat ibu memasak di dapur dengan aroma sedap yang tercium sampai lantai dua rumahmu.
Di pagi hari, kau tak lagi melihat bapak menyeduh kopi sampai terlihat asapnya di udara. Bercampur dengan aroma sop yang ibu buatkan untukmu dan orang rumah yang hatinya sedang penuh.
Di setiap hari, kau tak lagi melihat nenek yang masih bergemuruh semangat bersiap jalan kaki berolahraga kecil di luar rumah.
Di hari senin, kau tak lagi melihat kakakmu pergi kuliah untuk menempuh ilmu demi bertatap muka ke tempat jauh yang ia idam-idamkan
Di sore hari, kau tak lagi melihat ibu mengoceh atas kekhawatirannya kepada nenek yang ingin berkelana bertemu keluarga besarnya.
Kau telah jauh dari rumah. Bangun tidurmu tak lagi disiram air dingin. Namun, alarm dari gawaimu itu yang menggantikan peran ibu untuk membangunkan seorang kecil yang pulas di tempat tidurnya. Aroma sop buatanmu jauh berbeda. Masakanmu jauh sekali rasanya dengan buatan ibu. Kopi hitam panas yang terlalu pahit sebab salah takaran, semuanya jadi kacau karena mereka telah jauh darimu. Candaan dari nenek juga untuk nenek sudah mulai hilang dari telingamu. Yang biasanya terdengar jelas di setiap paginya, sekarang, waktu membuatmu melupa atas kegilaan candaan itu.
Kakakmu telah pergi jauh, ke tempat yang telah ia idam-idamkan dari lama. Di penghujung negara ini. Dengan senang hati, ia sigap melakukan pekerjaannya. Penuh semangat demi orang yang disayangnya. Peluh keringatnya yang sudah siap mengirim segepok uang ke rumah, tak membuat orang rumah sanggup menghilangkan rasa rindunya atas jarak kedua jantung yang tak terhitung.
Pernah kau bayangkan rumah yang terang bila anggotanya ada di tempat semestinya, telah pergi jauh dari rumah?
Yang dahulu terang benderang, tanpa gelap sedikitpun. Seekor kucing yang selalu menyambut ibu di gerbang pintu terdepan rumahmu. Makanan kesukaan yang ia kejar-kejar saat ibu pulang, lalu bermanja karena sudah lama tak bertemu dengan yang bertahun-tahun merawatnya.
Melanjutkan pendidikan semasa SMA menghantarkanmu untuk pergi jauh dari rumah. Nyaman yang penuh harus kau tinggalkan untuk waktu yang terhitung lama. Rantauanmu semoga membuahkan hasil. Semoga mereka masih ada ketika kau pulang dari rumah. Menyambut dengan tawa atas keberhasilanmu meraih semua yang ingin kau genggam. Masih ramai dan sama seperti ketika kau ada di dalamnya.
Semua-mua yang menghidupkan rumah ini, jangan sampai hilang.
Segala yang menjadikan rumah ini kotor, jangan sampai kau hadir.
Jangan biarkan isi rumah ini hanya orang-orang yang menyenja begitu saja. Tanpa lawakan dan candaan.
Jangan sampai uban-uban tumbuh lebat di waktu yang tak ku inginkan.
Rumahku jangan sampai sepi,
Rumah ini jangan sampai sepi.
—nayfaa
11-12 Agustus 2023
Komentar
Posting Komentar