Langit

Langit, apa kabar dengan kau di sana? Sudah lama tak main jauh dari tempat ternyaman kita masing-masing. Setengah hari yang kita habiskan bersama dulu, Rasa-rasanya tak cukup untuk melawan kata perpisahan.


Pelukanku juga pelukanmu yang hangat,


Dirangkai menepuk bahu yang rasanya air mata sulit lagi untuk membeku. Mata yang tersenyum lengkung dengan tawa yang tak dibuat-buat, Seakan tumbuhan hijau yang ku pijak juga ikut tersenyum haru. Mereka meliuk-liukkan badan bak tertawa bahagia.


Langit, akan ku panggil Sorai untuk hari ini, Juga adik kecilnya, Sorak Sorai.


Akan kita nyanyikan bersama di panggung megah perayaan perpisahan hati, Menari seperti Taruh yang di pajang di dinding rumahku, Kelak kita rayakan bersama dengan tempo yang lebih pelan. Semakin pelan, semakin cepat untuk mengikhlaskan.


Akan ku lepas balutan hatiku untukmu, Juga sebaliknya. Terima kain penuh sayatan darah ini untuk hatimu, Kelak kau jadikan balutan dikala aku telah tiada.


Dini hari, 27 April 2023

Komentar

Postingan Populer