Teras
Teras
Oleh Nayfa Matsna, 20 Februari 2024
Sebuah
tempat di mana sebuah keajaiban terjadi. Di bawah teduhnya sinar cemerlang dari
sang bulan, bertudungkan langit malam dengan segala titik terangnya.
“Kalau
aku pulang, pasti aku selalu di sini. Kalau aku tak ada di sini, pastinya aku
sudah jauh dari rumah.”
Tempat di
mana seluruh kasih sayang akan dipeluknya terasa sampai ke hati dan awet
sepanjang hari. Tempatnya tak megah, hanya sekelilingnya terdengar suara orang-orang
membaca kitab secara beruntun. Juga diselimuti remaja masjid yang tengah sibuk
membagikan jaburan bagi para pemburu 30 juz di bulan yang penuh
keajaiban. Kalau biasanya orang selekas merampungkan satu juz-nya seharian lalu
tidur untuk sahur di pagi buta nanti, aku masih bergelut mesra dengan bulan dan
awan yang layaknya kabut asap yang mengepul di udara malam. Kadang mencuri
pandang dengan caranya menutupi bulan perlahan, terkadang mengumpulkan kawan
mencari perhatian.
Bulan ini,
sudah seharusnya aku menuliskan cerita lalu diusung air mata, lekas dibaca
bulan, dan didengar Tuhan.
Kurang dari 3 minggu
menuju Ramadhan.
Komentar
Posting Komentar