Dua belas kurang lima malam
Dua belas kurang lima malam
Ditulis pada 17 Juli 2024, pukul 23:55.
Sepertinya ini akan menjadi tulisan terakhirku.
Yang jauh dari aku berpijak di tanah ini sekarang.
Yang jauh dari lalu lalang manusia.
Yang jauh dari keras kepala dan marahku yang
menjadi-jadi semakin hari.
Malam ini aku menangis kencang dalam hening yang panjang.
Mengingat banyak luka yang tercipta di atas kedua
tanganku.
Luka hati manusia yang mungkin sudah terlalu terlambat
untuk dimaafkan.
Luka yang dapat dilihat, sembuh dengan cepat, namun
bekasnya harus ku tanggung sampai aku berpulang.
Apa kabar setengah tahun ini?
Kedua tanganku sudah menjadi tersangka berkali-kali.
Bukan hanya karena aku yang seringkali terbaret mata
pisau, namun ia sendiri yang menumbuhkan lukanya.
Kalau bisa ku beritahu seisi dunia, akan ku buat surat
pemberitahuan bahwa aku kini adalah pembunuh dirinya sendiri, sekaligus
manusia-manusia kesayangannya.
Lalu akan ku siarkan ke televisi bahwa aku ialah dalangnya.
Aku susah sekali dalam melupakan.
Sekaligus mudah sekali takut untuk dicinta.
“Besok akan jadi apa kalau aku masih saja sayang
dengan nyawaku yang sekarang?”
Kini tulisanku juga biasa-biasa saja.
Sihirnya menghilang entah ke mana.
Kalau saja ada sihir yang dapat
menghentikan waktu,
aku akan menjadi penyihir yang paling
handal, mengalahkan legenda-legenda yang sudah berkecimpung lama.
Kalau saja ada sebuah batu yang dapat
mengembalikan semua muanya yang ada di dua tahun yang lalu,
akan ku cari mati-matian, sampai aku
mati sekalipun.
Kalau saja ada sebuah buku panduan
yang punya kekuatan untuk membungkam kalimat "kalau aku berpulang lebih
dulu"
akan ku buru ke semua toko buku di
dunia.
Kalau saja aku bisa hidup
berkali-kali tanpa kemarahan sebesar ini,
aku akan pulangkan diriku lebih dulu.
Kalau saja ada sebuah ilmu yang
menghalang kejauhanku dengan Tuhan,
akan ku pelajarinya sampai
orang-orang tak jadi sepertiku.
Komentar
Posting Komentar